Jumat, 22 Desember 2017

Perihal Dulu

Aku suka melihatnya
Di bawah pohon rindang
Di sebrang jalanan
Dari kejauhan

Aku suka mengenangnya
Disuatu malam yang kelam
Di pagi hari yang tentram
Dalam diam

Aku sangat menyukainya
Kala itu
Semua begitu menyenangkan

Semua itu perihal dulu
Ketika selalu bertemu
Dan melihat senyummu

Ketika kini semua hanyalah cerita
Dan omong kosong belaka
Semua pudar tanpa pernah kau merasa
Seberapa sakit menatapmu dari kejauhan
Seberapa rindu aku akan kehadiran mu
Walau hanya sebentar

Jumat, 08 Desember 2017

Secangkir Kopi Tanpamu (lagi)

Ada cerita dibalik secangkir kopi
Yang pernah kau tuai
Dengan tawa yang tak lagi berarti

Tak mampu melupa
Bercangkir cangkir kopi habis bersama
Aromanya masih membekas
Melekat dalam ingatan, sangat jelas

Terhirup aroma rindu dari secangkir kopi
Akan nikmatnya kisah yang belum juga usai

Dikala senja dan awan mendung
Kamu memang tak pernah menghitung
Berapa banyak cangkir kopi yang kita minum
Dan seberapa pahit kopi kuminum
Tanpa ada kamu, lagi

Minggu, 22 Oktober 2017

Senja yang Bersedu

Ketika langit senja memancarkan cahayanya
Mulai turun, lalu tenggelam
Ketika itu pula senyumnya redup seketika

Tak ada rintih yang kudengar
Tak ada tawa yang menggelegar

Tatkala senja biasa diiringi tawa
Perjalanan kini hanya ada wajah muram
Dan rasa geram
Penuh kecewa

Waktu begitu lancang mempertemukan kalian
Tak ada yang kututupi, Tuan
Semua itu tak perlu kuumbar
Puan tak sebaik itu bisa menjaga;
Rasamu yang menggebu

Apa lagi yang ingin kau dengar?
Semua kesemuan itu terlalu nyata
Bahwa tak ada lagi dia untuk kudamba



Rabu, 18 Oktober 2017

Senja Bersamamu

Waktu dimana matahari menghilang
Di bawah garis cakrawala di sebelah barat
Yang ada hanya bayang bayang
Dan tubuh yang mendekat

Aroma tanah yang basah diguyur hujan
Beradu dengan aroma tubuhmu
Bersama candaan sepanjang jalan
Aku menegakkan hati yang tak lagi mampu

Kikuk gerakku
Pertanyaan terus menggerayangi
Apa benar aku tak lagi bersedu?
Dan hati ini dapat membuka diri?

Senja kini
Menjadi saksi bisu
Antara rasa yang tak lagi semu


Rabu, 04 Oktober 2017

Malam Tuan

Selamat malam tuan
Sudah kah kamu tersenyum hari ini?
Terasa beratkah harimu tuan?
Ah! Aku tahu perihal ini
Tak ada lagi wanita yang buat mu tersenyum bukan?
Wanita mu pergi meninggalkan mu kan?

Lalu, kamu datang tuan
Dengan senyum pilu tak karuan
Jalan pun sempoyongan

Jangan harap tuan ini akan menetap
Dia hanya melepas penat yang membekap
Jangan kira dia akan tinggal
Dia hanya datang lalu pergi meninggalkan

Tuan datang membawa luka
Dan aku obat pelipur lara

Senin, 04 September 2017

Pesinggah

Selamat malam kamu
Pesinggah paling ku tunggu
Kamu datang dengan rasa sakit mu
Penuh pilu

Harap ku
Kamu tak pernah pergi
Karna bahagiamu yang lain

Walau yang ku tahu
Aku hanya teman menunggu
Kau bertemu yang baru

Kamu tahu
Rasa ini tak seperti dulu
Diri ini selalu menunggu
Kehadiranmu
Pesinggah paling ku tunggu

Kamis, 24 Agustus 2017

Usai

Percaya ku tak lagi ada harga
Rasa ini telah lenyap
Setelah terperangkap
Cinta ini tak berharga

Kecewa ku tak dapat kau bayar
Bahkan dengan mahar
Setelah terbelenggu
Cinta ini hanya semu

Ku kira aku yang tuli
Tak lagi perduli
Dengan ucapan orang yang iri

Ku kira aku sudah buta
Tak melihat usaha
Tak lagi bisa melihat cinta

Tapi ternyata semua ini hanya permainan semata
Teruntuk kamu
Si tuli dan buta
Perasaan tak sebercanda itu
Untuk kau nyatakan semua ini cinta

Sabtu, 08 Juli 2017

Bulan

Malam bulan,
Teruslah menyinari malamku, 
Menerangi sisi gelapku
Teruslah bersinar di kegelapan
Sinarmu takkan membakar
Tetaplah bertahan walau langit tak menginginkan

Bulan
Yang kuharap kehadirannya setiap malam
Kamu tahu apa yang kubutuhkan
Kebebasan

Terimakasih bulan
Kehadiranmu selalu melegakan
Kehadiranmu tak pernah mengecewakan

Cinta atau Nafsu Semata?

Cinta atau nafsu berahi? Sorot matamu tak memancarkan rasa perduli Gerakan tangamu sangat lincah aduhai Seperti terbiasa menjamah, menera...