Sabtu, 09 Maret 2019

Cinta atau Nafsu Semata?

Cinta atau nafsu berahi?
Sorot matamu tak memancarkan rasa perduli
Gerakan tangamu sangat lincah aduhai
Seperti terbiasa menjamah, menerawangi

Cinta yang kau sebut memancar hasrat
Menyikap liar, dasar kau keparat!
Menggeliat kau penuh mesra
Kasih yang kau ucap hanya nafsu semata

Cinta apa yang kau maksud?
Cinta yang kau sebut hanya berakhir di ujung mulut
Manja kau merayu memuja
Cinta yang kau sebut hanya omong kosong belaka

Kau hanya terpesona akan tubuh wanita
Buat dirimu tertipu asmara
Jangan utarakan cinta
Lalu lalang melenggang
Cari yang lebih menantang

Karya seni Tuhan paling indah memang wanita
Tapi terlalu murah jika kau bayar dengan kata-kata
Serta janji-janji beralaskan cinta

Selasa, 05 Maret 2019

Pembebasan Jiwa

Berkelana aku berkelana
Mencari hidup tanpa fatamorgana
Dengan sumber kebahagiaan
Bermodal harapan dan perubahan

Lalu aku berkaca menatap wajah yang berantakan
Ada tawa yang tertahan
Ada kata yang belum tersampaikan

Tiap langkahku ada yang mengkhawatirkan
Hingga aku tak mampu dibebaskan
Beralaskan sebuah keselamatan
Atau mungkin penderitaan

Tembok pertahan telah kuhancurkan
Pembebasan jiwa akan dilaksanakan
Karena tak ada yang mampu membatasi kebahagiaan
Bebaskan semua kebahagiaan!
Salurkan semua yang sempat tertahan!

Siapapun pantas memberantas apapun yang membuat dirinya sebagai tahanan
Merdeka bagi siapa yang kalian sebut?
Jika masih ada jiwa yang terbebankan

Sabtu, 23 Februari 2019

Bebas adalah Aku

Lebih baik aku mati dengan kebebasan
Daripada aku hidup seribu tahun lamanya dengan keterkungkungan
Kuacungkan belati pertanda siap memerangi

Peradilan bagiku kebebasan untukku
Persimpangan yang ntah kemana membawaku pergi
Bukan urusanmu yang nyaman dengan dunia fana
Uluran tanganmu hanya membawaku terpenjara dalam ragaku

Apa makna hidup bila terpaut oleh kebohongan diri sendiri?
Jika aku yang ingin bebas layaknya hujan yang membasahi bumi
Bagaimana dengan kamu yang hidup tanpa arti?

Aku ingin melangkah tanpa ada yang menahan
Aku bukanlah tahanan siapapun selain Tuhan
Bila ia masih memberiku pilihan mengapa engkau memberiku tuntutan?

Wahai manusia yang terpaut oleh kebohongan
Kebebasanku adalah saat aku sadar, bahwa sejatinya aku tak pernah terpenjara

Sabtu, 11 Agustus 2018

Rasa yang Salah

Dalam kelamnya malam
Tak kunjung kau pergi dari benakku
Dalam sunyinya lara
Suaramu yang terngiang di telingaku

Setiap senyum karismamu
Seperti menghantarkan hasratku ke tepi bahagia
Atau mungkin itu hanya tipu daya

Mengapa harus ada cinta diantara kita?
Mengapa kamu memilih untuk mencinta?
Sedangkan aku mencoba untuk tak memiliki rasa

Dan kupercaya bahwa kamu akan baik baik saja
Tanpa perlu kuucap rasa yang sama

Senin, 06 Agustus 2018

Bahagiamu dengannya

Menjadi saksi diantara bahagiamu dengannya bukanlah perihal mudah
Bukannya aku tak ingin melihatmu bahagia
Tapi lihat lah, ada wanita yang pernah berjuang mati matian demi sebuah perhatian

Ntah kamu ini pura pura tak tahu atau memang tidak mau tahu
Tanpa berat hati kamu melangkah pergi
Menoleh ke belakang saja tidak

Kamu menyeretku untuk jatuh dalam parasmu
Lalu menghempaskan begitu saja tanpa pernah bertanya bagaimana perasaanku
Sangat mudah bagimu untuk melupa bukan?

Melihat senyummu begitu lebar
Mendengar tawamu menggelegar
Begitu asing untuk kulihat dan kudengar
Dulu kamu tak sebahagia itu ketika kita bersama
Lalu, tiap kata cinta yang kau ucap waktu itu, apa hanya omong kosong belaka?

Sabtu, 28 Juli 2018

Rinduku

Hanya sedikit cerita tentang kita yang terukir
Sebelum kamu lebih dulu meninggalkan kami
Permaisuri dari seorang lelaki yang kau tinggal pergi

Sangatlah jauh untukku menggengam jarimu
Apalagi berada di pelukanmu
Hanya doa yang bahkan sering kulupa
Untukku berada didekatmu

Malam malamku sangat lah kelam
Hari hariku sangatlah sulit tanpamu
Aku tak pernah siap kehilanganmu

Mengapa kita tak diberi waktu lebih lama untuk bersama?
Mengapa aku tak diberi kesempatan untuk buatmu bangga?

Aku rindu denganmu, bu

Senin, 25 Juni 2018

Biarkan yang Pergi

Kepadanya kamu bersusah payah
Mencari, bertahan, sampai merendah
Lupa seberapa jauh telah melangkah
Yang kau dapat?
Hanyalah angan
Dan semua peluh yang tak pernah ia tahu
Hanya kesia siaan

Jangan terlalu berkeras hati
Tidak usah kau cegah langkah kaki yang ingin pergi
Tidak perlu kau tahan tangan yang hendak melepas genggaman
Jika ia nyaman mempertahankan jarak
Dan jika ia nyaman untuk tak lagi saling mengenal
Apa lagi alasanmu untuk tertap berpijak?

Biarkan seseorang menetap karena rasa sayang, bukan terpaksa bertahan karena rasa kasihan.

Cinta atau Nafsu Semata?

Cinta atau nafsu berahi? Sorot matamu tak memancarkan rasa perduli Gerakan tangamu sangat lincah aduhai Seperti terbiasa menjamah, menera...