Ketika langit senja memancarkan cahayanya
Mulai turun, lalu tenggelam
Ketika itu pula senyumnya redup seketika
Tak ada rintih yang kudengar
Tak ada tawa yang menggelegar
Tatkala senja biasa diiringi tawa
Perjalanan kini hanya ada wajah muram
Dan rasa geram
Penuh kecewa
Waktu begitu lancang mempertemukan kalian
Tak ada yang kututupi, Tuan
Semua itu tak perlu kuumbar
Puan tak sebaik itu bisa menjaga;
Rasamu yang menggebu
Apa lagi yang ingin kau dengar?
Semua kesemuan itu terlalu nyata
Bahwa tak ada lagi dia untuk kudamba
Tidak ada komentar:
Posting Komentar